Jan
03

Optimalisasi Fungsi GPS

Optimalisasi Fungsi GPS

[Image: 20100923_031937_OptimalGPSHerii.jpg]

Peran perangkat navigasi GPS dalam menentukan rute perjalanan tentu sangat krusial di kala Anda tidak mengenal wilayah yang dilewati. Sebagai sarana penunjuk jalan antara 2 titik, penggunaan GPS di pulau Sumatra, Jawa dan Bali sudah dapat diandalkan.

Tapi apakah hanya itu saja peran sebuah perangkat navigasi? Sebuah Personal Navigation Device bisa dimanfaatkan lebih dari itu.

Perangkat ini bisa berguna untuk merencanakan rute perjalanan, memantau fasilits-fasilitas umum yang akan dilewati. Seperti rumah ibadah, sekolah, SPBU, bank, toko, restoran, bengkel, hotel, kantor polisi hingga rumah sakit.

Tidak hanya itu, beberapa fungsi GPS lainnya, juga masih bisa diekplorasi seperti pencatatan statistik perjalanan, pencarian POI serta pemilihan rute berdasarkan premis tercepat atau terdekat. Berikut penjelasannya.

Mencatat statistik perjalanan
Setiap GPS memiliki fungsi dasbor yang dapat mencatat beberapa statistik perjalanan Anda. Mulai dari kecepatan aktual, kecepatan rata-rata, kecepatan maksimum, total jarak tempuh, total waktu perjalanan, dan total waktu bergerak maupun waktu berhenti, dapat tercatat dengan sendirinya.

Untuk menggunakannya, pastikan untuk mereset seluruh perhitungan sebelum memulai perjalanan. Fitur kompas dan spidometer juga dapat digunakan untuk mengetahui kecepatan aktual dan arah dengan lebih presisi.

Ekplorasi menu POI
Buka menu Point of Interest yang ada pada GPS Anda, kemudian pilihlah kategori salah satu kategori POI yang ingin Anda ketahui.

Seandainya Anda ingin mengetahui SPBU terdekat dari posisi Anda berada pilihlah ‘Fuel’. Selanjutnya, GPS akan menampilkan seluruh SPBU secara berurutan dari yang terdekat hingga yang terjauh, termasuk panah petunjuk arah dimana posisi SPBU itu dari posisi Anda berada.

Mencari POI secara manual
Jika Anda mengetahui nama jalan ataupun tempat yang ingin Anda tuju, carilah dengan menggunakan fungsi ‘Search’ atau ‘Spell’ pada menu POI. Masukkan kata kunci sesuai dengan nama tempat atau nama jalan tujuan Anda.

Pencarian secara manual bisa mempercepat maupun memperlambat. Untuk itu pastikan kata kunci yang Anda masukkan sudah benar.

Jika terdapat beberapa pilihan, pastikan nama kota dan kode pos sesuai dengan yang dicari. Lihatlah detail alamat dengan melihat posisi tempat tersebut pada peta sebelum memilihnya sebagai tujuan Anda.

Tercepat atau terdekat
Beberapa GPS menggunakan alogaritma perhitungan rute berdasarkan premis terdekat atau tercepat. Rute terdekat biasanya mengabaikan dimensi jalan yang kecil, persimpangan dan trafic light yang tentu saja menjadi potensi penghambat perjalanan.

Sementara untuk rute tercepat, GPS akan memperhitungkan semua fator yang sebelumnya diabaikan. Seperti jalan tol atau jalan yang lebar, walaupun memutar, tentu akan menjadi lebih cepat ketimbang jalur terdekat dengan banyak lampu merah.

Pada pilihan ini, GPS akan memilikirkan untuk sesedikit mungkin melewati persimpangan jalan yang tentu saja memperlambat perjalanan Anda.

Namun beberapa GPS terbaru telah memiliki pilihan yang menggabungkan antara jalur terdekat dan tercepat. Pilihan ini tentu saja akan selalu memperhitungkan kedua faktor di atas dengan tetap mengutamakan jalan terdekat sekaligus tercepat yang bisa ditempuh.

Hebatnya, jika anda terkena macet di suatu tempat, GPS akan mengkalkulasi jalur alternatif untuk mengeluarkan Anda dari kemacetan tersebut.

Tentu saja, fungsi ini akan lebih sempurna jika fasilitas Trafic Management Centre sudah tersedia di Tanah Air. Sayangnya jasa ini masih belum tersedia, sehingga GPS hanya bisa mengandalkan informasi-informasi yang disertakan oleh provider peta GPS tersebut.

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1336

Jan
03

BYD Rencanakan 2 Mobil Ramah Lingkungan

BYD Rencanakan 2 Mobil Ramah Lingkungan

[Image: 20110103_052344_byds6.jpg]

BYD Company Limited (BYD Auto) asal Cina merencanakan peluncuran 2 produk ramah lingkungan terbarunya untuk pasar Amerika dan akan dipamerkan pada North America International Auto Show (NAIAS) di Detroit yang dimulai 10 Januari 2011 mendatang.

Ini adalah keempat kalinya secara berturut-turut BYD turut serta berpartisipasi pada event yang diselenggarakan di COBO Center, Detroit ini.

Mobil baru pertama yang akan mereka tampilkan adalah e6 Premier, yang merupakan versi facelift dari e6 yang telah ada. Sayangnya BYD masih enggan membahas mesin baru yang akan digunakannya dan lebih memilih untuk memperinci detail peluncurannya di event NAIAS nanti.

Namun mereka tetap mengindikasikan medium MPV hybrid ini akan menggunakan baterai dari bahan besi-fosfat yang mampu membawa e6 Premier ini dipacu hingga 140 km/jam dan sanggup menempuh jarak 300 km dalam sekali pengisian.

Baterai besi-fosfat dari MPV 5 penumpang ini dapat diisi ulang secara penuh dalam waktu 40 menit pada kabinet pengisian ulang fast charger 100 kW, dan membutuhkan 6 jam untuk terisi secara penuh jika diisi ulang menggunakan soket standar rumah 10 kW.

Produk lainnya adalah SUV hybrid bertajuk S6DM dengan teknologi terapan mutakhir. SUV ini menjadi yang pertama menggunakan sistem 4WD dengan dual mode motor listrik untuk menggerakan rodanya.

Motor listrik penggerak roda depan menggunakan motor bertenaga 10 kW atau 13 dk, dan roda belakang disematkan motor listrik bertenaga 101 dk.

Jika Anda hanya menggunakan motor listriknya saja untuk menjalankan SUV ini maka ia akan sanggup menempuh 60 km. Namun jika dipadu dengan mesin bensin dengan kapasitas 2.000 cc, maka jarak tempuhnya bisa mencapai 499 km.
[Image: bydf3dm.jpg]
Selain kedua mobil baru tersebut, BYD juga akan memamerkan pada stand mereka, mobil produksi yang sangat laku di negaranya yakni sedan hybrid F3DM yang tampilannya bisa dibilang Toyota Corolla Altis asal Cina.

Dec
30

Cara Mengurangi Sensitifitas Alarm Toyota Avanza

Beraut wajah senang, Andri mengunjungi rumah sang pacar dengan Toyota Avanza VVT-i barunya. Sayang wakuncar jadi berantakan. Soalnya alarm Avanza tersayang kerap teriak saat diparkir di pinggir jalan rumah sang pacar.

“Kalau ada motor lewat alarm bunyi sendiri. Begitu juga kalau bodinya tersenggol orang lewat,” tambah warga Depok, Jabar ini. Ehmm enggak sedikit yang mengalami problem senada dengan Andri. Padahal dengan bermodal obeng, gangguan ini bisa selesai.

I Wayan Merta Yoga, kepala bengkel AUTO 2000 di Radio Dalam, Jaksel, memberikan solusi kalau Avanza bisa diatur kesensitifan alarm-nya dari yang paling rendah ke paling tinggi.

Pertama, siapkan satu obeng kembang untuk buka dasbor. Kedua, buka dasbor bagian bawah pengemudi dengan membuka dua sekrupnya (Gbr.1). Ketiga, buka panel boks samping kiri bawah dasbor pengemudi dengan menekan klip, lalu tinggal copot klipnya (Gbr.2).

Gbr 1
[Image: 9281alarmtoyotaavanzag2008-02-Arseen.jpg]

Gbr 2
[Image: 3321alarmtoyotaavanzag2008-03-Arseen.jpg]

Gbr 3
[Image: 2209alarmtoyotaavanzag2008-04-Arseen.jpg]

Gbr 4
[Image: 7527alarmtoyotaavanzag2008-05-Arseen.jpg]

Setelah terbuka otomania akan menemukan modul sensor getar alarm berbentuk kotak kecil berwarna hitam (Gbr.3). Sensor alarm ini bekerja dipicu oleh getaran atau suara frekuensi rendah yang berubah jadi getaran. Kemudian putar switch setelannya. Switch tersebut diputar ke kanan makin sensitif dan diputar ke kiri makin tidak sensitif (Gbr.4).

Setelah itu giliran mencoba alarmnya dengan cara bodi di ketok perlahan, pintu dibanting, tes dengan suara motor yang kencang masih bunyi apa enggak. Gampang kan bikin ‘jinak’ nih alarm?

SUMBER : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1205

Dec
30

Perawatan Avanza Xenia

Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia adalah dua mobil yang laris di pasar Indonesia.
Dua MPV (multi purposed vehicle) keluarga ini memiliki banyak kelebihan. Dari segi rancang bangun, misalnya, Avanza dan Xenia berbagi platform, serta diproduksi melalui kontrol kualitas yang cukup ketat. Meski demikian, tidak ada gading yang tidak retak. Ada beberapa masalah yang kerap ditemukan pada kedua mobil ini. Inilah yang coba kami utarakan di sini, sehingga kita bisa meminimalkan kekurangan yang ada di Avanza dan Xenia.

Accu Cepat Tekor
Edisi lawas Avanza-Xenia kerap kali kekurangan tenaga aki atau lazim disebut “tekor”, jika peranti elektronik seperti AC, wiper, dan audio dinyalakan berbarengan. Gejalanya, mobil agak sulit dihidupkan kembali saat hendak di starter. Selain itu, aki juga cepat panas kala dilakukan pemeriksaan. “Solusinya cukup mudah, yaitu dengan menambah titik massa (kabel kutub negatif aki-red) yang menempel ke bodi,”

Tutup Samping Fog Lamp Hilang
Satu hal yang cukup mengganggu penampilan Avanza-Xenia yaitu, hilangnya tutup samping foglamp, khususnya varian Avanza G dan E. Jika diteliti lebih jauh, sering copotnya komponen seharga 50 ribu rupiah ini, disebabkan tipisnya pengkait tutup foglamp tersebut ke lubangnya di bumper.

“Banyak pemilik Avanza yang mengakalinya dengan memasang tutup samping foglamp milik Xenia. Sebab, kuping pengkaitnya sedikit lebih keras,” tutur Jimmy, punggawa kios onderdil, Sekawan Motor. “Atau, bisa juga menggantinya dengan milik Xenia Xi, yang tutupnya lebih tebal, rapat, dan berbetuk seperti alis mata.”

Timbul Gejala Limbung
Sudah menjadi rahasia umum, bila Avanza-Xenia cenderung limbung saat di kecepatan tinggi, dan terlalu empuk di kecepatan rendah. Hal dikarenakan lingkaran pegas spiralnya lebar, sehingga membuatnya terlihat sangat bongsor bila dibanding dimensi shockabsrober dan ukuruan body. Sayangnya, peranti ini tidak mampu menopang dengan baik. Walhasil, saat terisi penumpang, mobil langsung amblas.

Velg Keluar Bodi
Kendala lain yang kerap dihadapi pemilik Avanza-Xenia generasi sebelum minor change yaitu roda yang menjorok keluar dari bodi saat mengganti velg dan ban, dengan yang lebih lebar. Lucunya, gejala ini hanya timbul di bagian depan saja, sedangkan bagian belakang hampir tidak ada masalah.

“Fenomena ini terjadi karena ban yang lebih lebar mentok ke mangkok shockabsorber depan. Mengatasinya, ganti dengan shockabsorber aftermarket yang memiliki posisi mangkok agak tinggi.”

Sirip Ventilasi Cepat Pudar
Berbentuk sirip-sirip halus di bawah wiper, peranti berwana hitam ini sering sekali mudah pudar meski di gosok berulang kali dengan cairan pengkilap. Walhasil, tampilannya menjadi lapuk diimbuhi noda berintik putih.

“Gunakan semir sepatu warna hitam berwujud pasta untuk menghitamkannya kembali,” . “Semir sepatu memiliki kadar pekat yang tinggi ketibang silikon pengkilap plastik.”

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1309

Dec
30

Tips Setelah Perjalanan Jauh: Perhatikan Suspensi dan Ban

Musim libur datang. Mobil yang baru saja dipakai mudik, seperti juga manusia, tentunya perlu diperiksa ulang kesehatannya. Hal ini berkaitan dengan usia mobil, rute tempuh, dan lintasan yang dilalui.

“Ada dua bagian yang harus diperhatikan setelah mobil menempuh perjalanan jauh. Pertama, kondisi kaki-kaki yang meliputi suspensi dan keselarasan roda. Kedua, soal kondisi ban,” “Sebab mungkin dalam perjalanan jauh, ban mobil akan kekurangan angin, ditambah lamanya waktu tempuh dan jarak yang panjang, tidak mustahil keselarasan roda bisa berubah.”

“Kalau untuk bagian lainnya, seperti mesin contohnya, hampir tidak ada masalah. Karena hampir semua orang yang hendak berpergian jauh akan memastikan kondisi mesin mobilnya oke. Sedangkan soal lainnya adalah jarak tempuh dan usia mobil. Gambarannya kira-kira bagi mobil berusia relatif muda, atau kurang dari 3 tahun, dan menempuh jarak sekitar 500 km, maka pemeriksaan kondisi kedua hal (kaki-kaki dan ban) tersebut mutlak dilakukan,” “Nah, untuk perjalananan yang lebih dari 500 km atau bahkan sampai 1.000 km, perlu dua bagian lagi yang diperiksa, yaitu rem dan oli transmisi,”

Untuk mencermati keselarasan roda mobil, caranya cukup mudah, yakni jalankan mobil dari kecepatan rendah sampai tinggi. Jika timbul getaran pada setir di kecepatan tertentu, yang kemudian hilang, lalu bergetar lagi, maka roda depan atau belakang perlu di-balance.

Perhatikan pula saat Anda menjalankan mobil perlahan dan meluruskan setir. Perhatikan arah mobil. Jika lajunya “terhuyung-huyung” ke kiri atau ke kanan, maka sebaiknya roda depan perlu di spooring. Proses ini akan menyelaraskan kembali jarak pijak roda depan agar laju mobil tidak miring ke kiri atau kanan. Masih dalam keadaan mobil berjalan, saat kecepatan rendah, gerakkan setir secara perlahan. Bila terasa kendur, maka gigi rack pinion atau worm gear (gigi cacing) telah aus.

Kemudian, perhatikan pula keausan telapak ban. Jika Anda menemukan keausan telapak ban yang tidak rata, artinya ada dua kemungkinan hal yang terjadi selama pemakaian. Pertama, akibat tekanan angin ban yang berkurang dan kedua kerena menurunnya kinerja suspensi.

Selanjutnya adalah memeriksa kondisi mesin. Lakukan sama seperti ketika Anda menyiapkan kendaraan untuk perjalanan jauh. Tetapi, kali ini beri perhatian ekstra pada kondisi air radiator. Biasanya terjadi perubahan warna pada air radiator jika mobil telah berjalan jauh. Beban kerja mesin dan durasi perjalanan akan mengubah warna air radiator. Sebaiknya, kuras dan ganti air radiator untuk menjaga pendindingan optimum, apalagi jika ternyata air radiator menjadi keruh.

Masih berhubungan dengan “cairan” mobil, perhatikan kondisi minyak rem. Umumnya, dalam menempuh perjalanan jauh, pengemudi kerap melakukan pengereman mendadak atau menahan pedal rem saat jalan menanjak maupun menurun. Cara ini akan membuat rem bekerja lebih keras, sehingga mempengaruhi kondisi minyak rem. Tambahkan minyak rem jika kurang dari level maksimum. Ganti minyak rem jika terasa encer atau terlihat berbusa.

Periksa juga kondisi pelumas transmisi, terlebih untuk mobil bertransmisi otomatis. Caranya, posisikan transmisi pada park (P), hidupkan mesin beberapa saat. Setelah mematikan mesin, cabut dipstick (tangkai pengukur kuantitas dan kualitas oli) pada blok transmisi dan perhatikan warnanya. Oli transmisi berwarna merah tipis saat masih baru, kemudian menjadi merah muda (tandanya oli teroksidasi logam), dan kuning pucat (tandanya oli sudah harus diganti).

Terakhir, cuci mobil Anda, jangan sungkan-sungkan melongok bagian kolong untuk memastikan semuanya bersih. Kotoran dapat menimbulkan korosi apabila mengendap terlalu lama atau tidak dibilas dengan sempurna.

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1307

Dec
30

Mobil Toyota Kijang Paling Banyak Dicuri Selama Tahun 2010

Mobil Toyota Kijang Paling Banyak Dicuri Selama Tahun 2010
E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menyebut angka pencurian mobil mencapai 1.538 kasus sepanjang 2010. Dari ribuan kasus itu, mobil merek Toyota Kijang yang paling banyak dicuri.

“Yang paling banyak itu mobil keluaran Jepang, seperti Toyota Kijang. Karena mobil merek itulah yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat,” ujar Sutarman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/12/2010).

Sementara untuk motor yang paling sering dicuri adalah jenis bebek. “Motor-motor yang besar juga ada, tapi nggak terlalu banyak,” katanya.

Berdasarkan data Biro Operasi Polda Metro Jaya, pada 2010 ini, kasus pencurian motor mencapai 8.649. Sementara yang terselesaikan sebesar 704 kasus atau sebesar 8,4 persennya. Sementara pencurian mobil pada 2010 mencapai 1.538 kasus dan yang terselesaikan dari ribuan kasus tersebut, hanya 156 kasus saja.

Kapolda mengungkapkan, modus operandi pelaku yang dilakukan dalam pencurian kendaraan ini dengan menggunakan kunci letter T. Modus lain yakni dengan menggelapkan mobil dari rental atau show room.

“Misalnya mobil yang dirental ini kemudian dijual ke orang lain dengan dilengkapi BPKB palsu. Begitu juga kalau kredit mobil, belum selesai cicilannya, sudah digadaikan atau dijual ke orang lain,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati memarkirkan kendaraannya. Masyarakat pemilik kendaraan juga diimbau untuk menggunakan kunci ganda atau melengkapi kendaraan dengan alarm pengaman.

“Jangan parkir sembarang, pakai kunci stang pada mobil atau pakai kunci ganda pada motor,” sarannya.

Masyarakat yang memiliki bisnis rental mobil juga diimbau untuk berhati-hati dalam menyewakan mobilnya. “Kalau bisa, selektif mungkin,” ucapnya.

Beda halnya dengan pencurian mobil secara konvensional (menggunakan letter T) yang sulit untuk diungkap, pencurian mobil dengan modus penggelapan ini bisa terungkap jika mobil tersebut dimutasi.

“Saat mutasi itu, nanti akan ketahuan jika BPKB-nya palsu,” katanya.

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1317

Dec
30

Bagaimana cara menyimpang ban yang benar?

Salah perlakuan dalam menyimpan ban bisa membuat umur dan kondisi ban lebih cepat rusak. Apalagi seperti teman2 yang sering meninggalkan motor/mobil di rumah dalam waktu lama. Makanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama hindari kontak langsung dengan matahari. Karena bisa menghilangkan antioksidan dipermukaan ban yang membuat ban lebih cepat pecah-pecah atau retak-retak.

Bila ban masih menempel sebaiknya sepeda motor/mobil disimpan di dalam rumah. Tapi kalau terpaksa harus meninggalkannya di alam terbuka sebaiknya lengkapi dengan penutup. Begitu juga kalau ban dalam kondisi terlepas dari sepeda motor/mobil, gunakan sarung penutup agar terhindar dari sinar matahari dan cahaya lampu langsung.

Berikutnya adalah hindari kontak langsung dengan lantai. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kontak langsung dengan bensin, minyak tanah atau pun bahan kimia yang secara tidak sengaja tumpah dan mengenai ban.

Kalau ban dalam kondisi tidak terpasang tinggal diberikan tatakan di bawahnya agar tidak kontak langsung dengan lantai. Dan bila ban masih terpasang di motor/mobil? Sebaiknya sepeda motor di posisikan berdiri dengan standar tengah dan posisi ban depan dibuat menggantung menggunakan dongkrak atau pengganjal berupa balok kayu.

Terakhir, khusus untuk ban yang tidak terpasang, yang perlu diperhatikan adalah penempatannya sebisa mungkin jangan ditumpuk ke atas. Tapi sebaiknya didirikan satu per satu. Kalau tertumpuk, ban yang paling bawah akan menanggung beban paling besar. Bentuk bannya bisa rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Sebaiknya memang didirikan satu persatu, yang penting rajin diputar agar sisi yang terkena beban selalu berubah dan merata.

Mudahkan?

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1316

Dec
30

Ganti Karet Pintu Avanza/Xenia, Usir Bising Dari Dalam Kabin

Jakarta – Selain menambah peredam di sekujur interior, karet-karet pintu Toyota Avanza rupanya juga menjadi salah satu pemicu masuknya efek bising dari luar. Menurut Wawan dari kios Bandung Jaya di Pasar Mobil Kemayoran (PMK), Jakpus, pintu bawaan Avanza dibekali karet pelindung yang tergolong tipis. Sehingga suara dari luar mudah menyelinap ke kabin melalui celah pintu.

[Image: 20101220KaretPintuAz_Lead.jpg]

“Karet pintu samping Avanza standarnya masih model jepit, kalau pintu belakang (backdoor) bawaannya sudah pakai karet pintu model balon,” jelas Wawan.

Jika dilihat sepintas, model karet pintu samping Avanza memang sudah terbungkus dengan cover karet tambahan. Namun jika ditarik pinggirannya, bagian yang menjepit panel pintu cuma karet jepit berbentuk pipih dan agak keras (Gbr.1).

Hal ini lah yang membuat tingkat kekedapan terhadap suara dari luar kabin kurang optimal. Lantaran cover karet pelindungnya tidak punya fungsi apa-apa buat mereduksi efek bising, selain hanya untuk menahan entakan daun pintu agar tak merusak panel pintu, terutama di bagian sudut pintu (Gbr.2).

Sebagai penggantinya tersedia dua model, yaitu karet balon kecil dan balon besar. Harga ditawarkan cukup terjangkau. “Untuk model karet balon besar, semeter Rp 35 ribu, kalau yang kecil (karet balon kecil) cuma Rp 25 ribu per meter,” perinci Wawan.

Dua alternatif karet balon ini (Gbr.3) sebenarnya bisa Anda pilih sesuai keperluannya. Jika sekadar ingin meredam suara dari luar tanpa memperdulikan kualitas sound, lantaran tatanan audio belum diupgrade, kemampuan untuk meredam efek distorsi di kabin sudah tergolong bagus.

Hasilnya bisa dirasakan begitu pintu kabin ditutup, suara knalpot motor atau bajaj sudah tak begitu memekakan telinga. “Memang kurang begitu kedap jika dibandingkan kalau pakai yang model gede (karet balon besar), tapi hasilnya lebih baik ketimbang kondisi standar,” ungkap salah satu rekan di redaksi yang sudah mengganti karet pintu Avanza miliknya beberapa waktu lalu.

Namun jika kondisi sistem audio sudah upgrade ke level yang mengutamakan unsur akustik kabin mumpuni, selain melapis pakai peredam berkualitas, sebaiknya karet pintu depan-belakang juga diganti dengan karet balon besar. Karet pintu bagasi (backdoor) cukup pakai bawaannya, lantaran sudah dibekali karet model balon yang ukurannya cukup besar.

Pemasangannya tergolong mudah tapi mesti teliti saat memasang karet pengganti. Supaya posisinya tidak mudah bergeser sehingga mampu menahan bantingan daun pintu, serta dapat meredam suara dari luar kabin lebih maksimal.
[Image: 20101220KaretPintuAz_Lead1.jpg]
Langkah pertama harus melepas karet pintu standar terlebih dulu dari dudukannya di setiap pintu (Gbr.4). Kemudian siapkan karet model balon sebagai penggantinya, sepanjang kurang lebih 8 meter untuk semua pintu. Untuk model balon kecil (Rp 25 ribu/meter), biayanya Rp 200 ribu. Sedangkan karet balon besar (Rp 35 ribu/meter), ongkosnya Rp 280 ribu termasuk pemasangan.

Lanjutkan dengan memasang karet pintu pengganti, idealnya model balon besar supaya lebih kedap, mengikuti alur bibir pelat pintu. Supaya daya cengkeramnya lebih kuat, ratakan dengan mengetuk seluruh permukaan karet balon tadi pakai palu karet beberapa kali (Gbr.5).

Sekarang karet pintu memang terlihat lebih gembung dari kondisi standar (Gbr.6), tetapi hasilnya bisa dirasakan langsung sesaat setelah menutup pintu kabin. Distorsi suara nyaris tak terdengar. (mobil.otomotifnet.com)

Dec
30

Pasang Peredam Kabin, Bikin Avanza/Xenia Sehening Camry

Jakarta – Belum genap sebulan membesut Toyota Avanza 1.3 G VVT-i lansiran terbaru, Rudi sudah merasa terganggu dengan efek bising di kabin. “Apalagi kalau sedang lari di atas 80 km/jam, suaranya kayak bergemuruh di seluruh kabin. Sampai-sampai enggak jelas buat mendengarkan suara musik dan radio,” keluh pria yang terobsesi dengan kabin sedan Toyota Camry ini.
[Image: 20101220KabinAvanza_Lead.jpg]

Kondisi ini memaksa Rudi untuk menjadikan kabin lapang Avanza miliknya dapat sehening kabin sedang. “Jalan keluar satu-satunya memang harus melapis sekujur kabin dengan peredam tambahan,” saran Andrie Wijaya dari Bassindo Mobile Audio Installer di Kelapa Gading, Jakut.

Untuk lapis peredam kabin Avanza, lanjut Andrie, tersedia dalam beberapa pilihan. Seperti paket lantai, pintu sampai full interior diberi tambahan peredam.

Opsi pertama, paket peredaman untuk lantai keseluruhan (Gbr.1), bisa diambil buat mengatasi efek distorsi yang berasal dari kolong mobil. Seperti efek gemuruh dari knalpot model free flow, atau suara dari gardan dan mesin saat kecepatan tinggi. Banderol ditawarkan sekitar Rp 2,6 juta termasuk ongkos pemasangan.

Paket buat pintu (Gbr.2) ditujukan bagi Anda yang merasa terganggu efek bising dari luar kabin. Seperti suara knalpot motor atau Bajaj yang cukup mengganggu telinga, meski semua kaca sudah ditutup rapat. Harga ditawarkan mulai Rp 1 jutaan, buat seluruh pintu termasuk backdoor.

Bagi yang pengin kondisi kabin Avanza-nya bisa sehening kabin sedan seperti juga diharapkan Rudi, bisa pilih paket full peredam seharga Rp 3,8 juta. “Semua panel interior dilapis pakai peredam mulai lantai, sepatbor, firewall sampai pintu-pintu,” urai Andrie.

Lapis full peredam ini diklaim mampu menekan efek bising dari luar kabin cukup signifikan, sekitar 40% lebih senyap ketimbang kondisi standar. Pasalnya selain dilapis dengan peredam Extreme Mat model aspal, juga ditambah peredam mirip busa yang tahan api (Gbr.3).

Pemasangan mesti benar supaya hasilnya bisa optimal. Lapisan pertama yang membungkus pelat panel (lantai, pintu, sepatbor, firewall) bentuknya mirip aspal, dengan pelindung alumunium yang fungsinya untuk menahan suara yang masuk.

Pemasangan full peredam butuh waktu sekitar setengah hari. Kalau hanya pasang di panel pintu atau lantai, hanya perlu 2-3 jam.

Peredam busa tahan api tadi dilapis di atasnya (Gbr.4). Selain mampu menyerap rambatan frekuensi suara dari luar, juga sebagai penahan panas. Sehingga kabin lebih sejuk dan pemakaian AC lebih efisien. (mobil.otomotifnet.com)

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1311

Dec
30

Cegah Overheating, Radiator Avanza/Xenia Harus Bleeding!

Jakarta – Mengisi cairan radiator tergolong pekerjaan mudah untuk merawat kendaraan. Buat pemilik Toyota Avanza, pernah menambah atau menguras radiator sendiri belum? Ada yang perlu diperhatikan saat mengisi cairan radiator Avanza. Karena MPV setengah juta umat ini punya katup bleeder (bleeding valve) untuk proses pengisian cairan radiator. Bagaimana prosesnya?

BEDA VOLUME

Katup bleeder hadir untuk mencegah terjadinya mesin overheat. Karena dengan katup bleeder ini, bisa diyakinkan kalau cairan pendingin sudah memenuhi seluruh rongga pendingin (water jacket) di ruang mesin dan kepala silinder.
[Image: 20101223RadiatorAz_Lead1.jpg]
Sistem pendingin Avanza tipe terbaru, baik bermesin 1.300 K3-VE dan 1.500 3SZ-VE memiliki dua katup bleeder (Gbr.1). Dari skema itu, kedua katup bleeder berada di depan kiri dan belakang kanan sebelah kepala silinder.

Khusus buat Avanza keluaran awal yang bermesin 1.300 non VVT-i (K3-DE), hanya punya satu buat katup bleeder yang ada di depan (Gbr.2). Sedangkan katup bleeder yang di belakang mulai hadir sejak varian Avanza S 1.3 A/T yang sudah pakai VVT-i.

Untuk menguras radiator, cukup buka baut tap di bawah radiator. Ada juga baut tap di blok mesin sebelah kanan untuk mengeluarkan air di blok mesin. Nah setelah dikuras, mari kita mulai proses pengisian radiatornya. Sebenarnya sama saja, pengisian dilakukan melalui lubang pengisian radiator (Gbr.3). Namun saat mengisi, kedua katup bleeder harus dibuka. Isi radiator sampai cairan keluar dari kedua katup itu. Baru kemudian katup ditutup. Hati-hati, sebaiknya tutupi alternator agar tidak kena tetesan air dari katup blee­der depan (Gbr.4).
[Image: 20101223RadiatorAz_Lead2.jpg]
Dengan demikian diyakinkan ruang pendingin terisi penuh. “Kalau tidak dibuka, bisa saja ada udara terperangkap di sistem pendingin. Nantinya akan bisa menaikkan temperatur mesin,” ungkap Iwan Abdurahman, trainer dari technical service division PT Toyota Astra Motor.

Sebagai panduan, beda mesin maka beda juga isi cairannya. Untuk mesin 1.300 cc MT butuh 6 liter, 1.300 cc AT 6,55 liter, 1.500 cc MT 6,95 liter dan 1.500 cc AT 6,8 liter. “Setelah penuh, coba hidupkan dan panaskan mobil sampai kipas hidup 2 kali,” tambah Iwan sapaan karibnya.

Lalu cek cairan dari lubang pengisian, berkurang atau tidak. Kalau kurang, ulangi penambahan dengan bleeding. Begitu sudah penuh, tinggal tutup kembali radiator dan sesuaikan level cairan di tabung reservoir sesuai rekomendasi. Gimana, tetap mudah kan? Eces, lah! (mobil.otomotifnet.com)

Older posts «

» Newer posts