Dec
30

Rajin cuci ban bikin awet?

Ban juga dianjurkan untuk dicuci secara berkala. Umumnya mencuci ban dilakukan bersamaan dengan mencuci mobil. Caranya pun mudah, tidak memerlukan alat khusus, cukup dengan sabun yang biasa dipakai untuk mencuci bodi mobil.

Langkah kecil ini punya banyak manfaat. Pertama, adalah untuk menjaga kondisi ban tetap prima. Debu, lumpur dan kotoran lainnya bisa mengikis lapisan anti oksidan di permukaan ban. Tanpa anti oksidan, ban akan lebih cepat pecah-pecah dan getas. Biasanya ban yang jarang di cuci, bagian dindingnya akan terlihat kusam dan kering.

Sambil mencuci ban, kita juga bisa menyingkirkan batu kecil atau kerikil yang terjebak di got, di antara alur kembangan ban. Kerikil yang terjebak dalam waktu lama juga beresiko merusak permukaan ban

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1313

Dec
30

Ban Benjol Apa Penyebabnya?

Ban peyang, bunting, kembung atau gelombang pada dinding ban memang sering terjadi. Umumnya kerusakan seperti ini terjai akibat kelalaian pemilik mobil.

Kelalaian pemilik yang paling dominan adalah karena tidak menjaga tekanan angin ban mobil dengan baik.

Ban dalam kondisi kempis bila terkena benturan keras bisa mengakibatkan munculnya gelombang pada dinding ban. Saat kempis, konstruksi dinding ban tidak sekuat saat tekanan anginnya dijaga pada kondisi standar. Sehingga konstruksi dinding ban akan lebih mudah rusak.

Pengecekan tekanan angin harus dilakukan minimal sebulan sekali. Karena normalnya tiap satu bulan, tekanan angin akan berkurang hingga 1 psi. Bayangkan, enam bulan enggak di cek, sudah berkurang hingga 6 psi. Padahal ban kempes hingga 6 psi bisa meningkatkan keausan ban sampai 25%

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1314

Dec
30

Beda tipe MT, AT dan HT, mana yang lebih baik?

Secara harafiah, kode itu merupakan singkatan dari kegunaan masing-masing ban. Untuk H/T menunjukkan Highway Terrain, sedang A/T artinya All Terrain, M/T adalah Mud Terrain. Nah, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan. Teman2 kira-kira lebih sering lewat jalan dengan kondisi seperti apa?

Ban M/T atau Mud Terrain, diperuntukan bagi mobil yang sering bermain-main offroad. Bisa dideteksi dari kembangannya yang sangat kasar dan got dalam, lebih kasar dibanding A/T. Meski terlihat gagah, ban seperti ini kurang nyaman dan aman ketika dipakai di aspal. Karena alurnya sangat kasar, getaran roda jadi sangat terasa. Noise yang dihasilkan pun sangat berisik. Dan ketika hujan atau jalan basah ban menjadi agak licin.

Ban A/T bisa untuk segala medan. Di aspal masih oke dan untuk sekedar offroad ringan masih bisa, jalan tanah dengan profil keras, berkerikil maupun jalan becek dan sedikit berlumpur atau lapangan rumput, masih oke lah. Tapi bukan untuk lumpur dalam kategori berat ya.

Ban A/T tentunya memiliki performa yang lebih baik ketimbang ban tipe M/T saat digunakan di aspal. Noise dan getarannya lebih kecil. Begitu juga dengan kemampuan pengereman dan kemampuannya berjalan di atas genangan air hujan, dipastikan jauh lebih baik.

Sedang H/T diperuntukan bagi SUV yang lebih banyak berjalan di aspal. Jangan coba-coba untuk membawa mobil dengan ban H/T ke ajang yang berlumpur. Karena akan setengah mati mengeluarkan SUV dari jebakan tersebut, terlebih jika masih 2WD.

Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan…

Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1315

Dec
09

Pesawat Garuda Ditabrak Mobil

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengancam akan mencabut lisensi pengendara mobil penarik pesawat (pushback car) bila ditemukan kesalahan dalam investigasi yang sedang digelar. Pagi tadi, mobil itu menabrak pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Pangkal Pinang, di Bandara Soekarno Hatta. “Bisa dicabut sementara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti S. Gumay.

Dia mengatakan, supir bisa jaditidak boleh mengendarai dulu kendaraan yang digunakan untuk menarik pesawat tersebut selama masa investigasi dilakukan. “Tidak boleh dulu menyupir dan SIM bisa ditarik dulu,” katanya.

Herry berharap, investigasi dapat berjalan cepat sehingga diketahui penyebab utama kendaraan tersebut menyerempet pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA128 itu. “Sampai saat ini belum tahu penyebabnya. KNKT sedang meneliti itu. Bisa jadi human error atau permasalahan groundhandling,” kata dia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura, Tri S. Sunoko, menyesalkan ada kejadian seperti hari ini. Menurtnya, kejadian itu merupakan masalah groundhandling. “Jelas ini tidak boleh terjadi. Mungkin sopirnya tidak hati-hati,” katanya.

Senior Manager Communications Garuda Ikhsan Rosan mengatakan penerbangan Garuda sempat terhambat selama 1 jam. Manajemen akhirnya mengganti pesawat GA128 dengan pesawat lain.

Berikut merupakan Foto Eksklusif Insiden Mobil menabrak Pesawat

[Image: 55995736.jpg]
[Image: 63439220.jpg]
[Image: 64946796.jpg]

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1188

Dec
09

Transmisi Otomatis Toyota Avanza, Girboks Sejuta Umat

Transmisi Otomatis Toyota Avanza, Girboks Sejuta Umat

[Image: transmisiotomatisavanza01FN-Arseen.jpg]
Daya serap pasar mobil Tanah Air untuk kendaraan bertransmisi otomatis diprediksi meningkat. Terbukti beberapa pabrikan melengkapi varian middle-low dengan girboks pintar ini.
Sebut saja kehadiran Toyota Avanza G AT yang diikuti Daihatsu Xenia Li AT pada kuartal terakhir tahun lalu. Malah, masih segar dalam ingatan akan launching Toyota Rush G AT dan Daihatsu Terios TS AT.

Itu artinya, mobil bertransmisi otomatis kian terjangkau. Jauh berbeda dengan kondisi satu dekade silam yang masih didominasi mobil tiga pedal alias manual.
Gejolak ini menarik buat dicermati mengingat pasar Avanza dan Xenia saja bisa mendominasi lebih dari sepertiga angka penjualan nasional.

Tambah menarik lagi, ternyata transmisi otomatis yang dipakai pada mobil-mobil ini punya banyak kesamaan. Bahkan bisa dibilang sama persis. “Toyota Avanza punya girboks dengan tipe A4Q-D yang sama dengan Rush,” ujar Iwan Abdurahman, trainer PT Toyota Astra Motor.

Lebih dari itu, Daihatsu juga memakainya pada Daihatsu Xenia, Terios dan Luxio. Padahal melihat bentuk, dimensi dan mesinnya, cukup berbeda. Avanza dan Xenia punya dimensi beda dengan Luxio meski sama-sama MPV.
Sedangkan Rush dan Terios termasuk SUV. Transmisi ini pun dipakai pada mesin 1.300 Avanza dan Xenia, juga mesin 1.500 di Avanza, Luxio, Rush dan Terios.

[Image: transmisiotomatisavanza02-Arseen.jpg]
Dimensi kecil mirip dengan transmisi manual (kiri)

Menurut Ricky Ricardo, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Ricardo Matic di Tangerang, Banten, hal ini adalah ciri transmisi yang sukses di pasaran.
“Tipe transmisi ini sudah ada sejak tahun 1991. Kalau masih dipakai sampai sekarang, itu artinya teruji bagus,” kata pria yang akrab disapa Ricky ini.

Pada saat itu, beberapa mobil sudah memakai transmisi ini. Sebut saja Perodua Kembara di Malaysia yang bentuknya mirip Daihatsu Taruna. Malah, ayah tiga anak ini menyebut Suzuki Samurai juga memakai transmisi sejenis.

[Image: transmisiotomatisavanza03-Arseen.jpg]
Penampang melintang matik Avanza-Xenia-Luxio-Rush-Terios

Seperti apa sih matik ini, sehingga bisa dipakai pada mesin K3-VE 1.300 cc dan 3SZ-VE 1.500 cc? Mencermati bentuknya, ternyata transmisi otomatis ini sangat kecil. Jika dibandingkan dengan girboks manual pada mesin yang sama, ukurannya tidak jauh beda. Padahal, umumnya transmisi otomatis punya dimensi lebih lebar dan panjang.

Kok bisa? Sepertinya, dimensi transmisi ini memang dibuat kompak agar tidak makan ruang di kolong mobil. Beberapa ciri perbedaan dari transmisi lain, seperti beberapa komponen yang tidak dipakai. Misalnya akumulator, pengumpul tekanan ATF yang berfungsi membuat perpindahan gigi jadi halus tidak ada. “Jadi, aliran ATF dari pompa langsung ke solenoid. Solenoidnya juga cuma tiga, kalau mobil lain seperti Innova lebih dari itu,” tutur Iwan.

[Image: transmisiotomatisavanza04-Arseen.jpg]
Penampang melintang matik Kijang Innova

Selain itu, ada rancangan khusus di dalam bodi transmisi ini. Namanya susunan gigi Ravigneaus, yaitu berupa susunan gigi planetary yang bikin konstruksi transmisi lebih kompak. Coba saja lihat diagram penampang matik Avanza dengan pembanding, matik Kijang Innova. Punya Innova lebih panjang bukan?

Karena kecil, transmisi ini juga perlu ATF sedikit. Total ATF di dalam transmisi hanya 4,6 liter. Malah kalau hanya membuang oli di baut karter, hanya 1,2 liter. Perawatan matik jadi lebih murah, apalagi ATF yang direkomendasi hanya sebatas ATF Dexron III.

Bukan hanya dimensi dan bentuk yang sama. Tetapi spesifikasi transmisi pun sama. Avanza, Xenia, Luxio, Rush dan Terios punya rasio gigi yang sama. Yaitu gigi 1 (2,731), gigi 2 (1,526), gigi 3 (1,000), gigi 4 (0,696).
Nah, untuk mengakomodir dimensi bodi, ukuran ban dan mesin, perbedaan hanya pada rasio gigi akhir di gardan.

Intinya, Avanza 1.500 punya rasio paling rendah, setara rasio Avanza manual karena tenaganya paling besar. Lantas rasio gigi akhir Avanza 1.300 lebih tinggi, sama dengan rasio Xenia 1.000 dan Rush-Terios manual.
Sedangkan rasio gigi akhir Rush dan Terios matik paling tinggi. Lebih jelasnya, perhatikan tabel. Benar-benar girboks sejuta umat!

Table rasio gigi akhir

Otomatis
Rush-Terios – 5,857
Avanza-Xenia 1.300 – 5,571
Avanza 1.500 – 5,125
Luxio - 5,125

Manual
Rush-Terios – 5,571
Avanza-Xenia 1.300 – 5,571
Avanza 1.500 – 5,125
Luxio - 4,875
Xenia 1.000 – 4,875

SUMBER

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1167

Dec
09

Lis Body AXers Sudah Ngak Melekat ? Ini Solusinya

Tak semua mobil dilengkapi peranti eksterior lengkap seperti lis bodi. Namun jangan khawatir karena karet lis bodi versi universal sudah bisa dibeli dengan harga terjangkau. Selain membuat tampilan eksterior lebih gaya, pintu mobil kesayangan bisa dijaga dari lecet saat terbentur tembok atau bodi mobil lain ketika pintu dibuka.

Lis karet yang banderolnya antara Rp 130-150 ribu untuk satu bodi ini, memiliki kualitas karet dan desain cukup bagus (gbr.1). “Lis dibuat dengan rongga udara sehingga fleksibel menahan benturan,” jelas Agus dari Sriwijaya Motor di Senen, Jakpus.

Selain itu, karet lis ini sudah dilengkapi perekat sponge alias double sided tape, penutup lis dan perintilan lainnya. Pemasangan menjadi lebih mudah bahkan bisa dikerjakan sendiri. Tinggal siapkan perkakas lainnya seperti gunting, cutter dan lap bersih (gbr.2).

“Agar daya tahan perekat bawaan lis bodi bisa lebih lama, tak ada salahnya menambahkan double sided tape berkualitas baik seperti 3M di bagian tengah lis bodi,” terang Parwata dari bengkel OSS (Otomotif Service Station) di Kebon Jeruk, Jakbar (gbr.3).

Gbr 1
[Image: pasangkaretlisbodiuniversal01-Arseen.jpg]
Gbr 2
[Image: pasangkaretlisbodiuniversal02-Arseen.jpg]
Gbr 3
[Image: pasangkaretlisbodiuniversal03-Arseen.jpg]
Gbr 4
[Image: pasangkaretlisbodiuniversal04-Arseen.jpg]

Langkah pertama adalah membersihkan penampang mobil yang akan dipasangi karet lis bodi. Maksudnya jelas, agar lem perekat bisa menempel dengan baik. Oh ya, sebelum lis dipasang tambahkan terlebih dulu double sided tape di sepanjang karet lis. “Pastikan permukaan lis bodi yang akan diberi perekat juga bersih dari noda minyak, kotoran atau debu,” jelas Pak Pe, panggilan akrab Parwata.

Gbr 5
[Image: pasangkaretlisbodiuniversal05-Arseen.jpg]

Selanjutnya, lakukan tahap pemasangan lis bodi dengan hati-hati karena perekat yang sudah menempel ke permukaan cat akan sulit dilepas bila lis terpasang dalam kondisi miring. Selain itu pastikan pemasangan sisi kiri-kanan bodi mesti lurus.

Agar bekerja sempurna menjaga bodi dan pintu dari luka, sebaiknya ketahui letak bagian yang paling rentan bersentuhan saat proses buka-tutup.“Selanjutnya se­belum memasang karet lis bodi, terlebih dulu pasang penutup karet lis di setiap ujungnya,” terang Parwata (gbr.4).

Lis yang sudah terpasang dengan baik, lantas ditekan dengan kedua telapak tangan untuk perekatan maksimal (gbr.5). Hati-hati dalam menekan karena pelat bodi mobil akan ikut bergoyang. Penekanan yang terlalu keras akan membuat bodi bisa ikut penyok ke dalam. Ulangi hal yang sama untuk sisi mobil lainnya.

SUMBER

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1173

Dec
09

Bersih-Bersih Daerah Tersembunyi Di Toyota Avanza!

Yuk, Bersih-Bersih Daerah Tersembunyi Di Toyota Avanza!

[Image: pakettipsavanzabersihbersihdaerahtersemb...Arseen.jpg]

Musim hujan, kondisi mobil bakal lebih sering kotor ketimbang bersih. Hayo, kapan terakhir Anda mencuci mobil? Buat yang rajin, mungkin akan melakukannya di rumah sembari mengisi waktu luang saat weekend.

Nah, pernahkah Anda memperhatikan daerah-daerah yang tersembunyi? Padahal daerah ini berpotensial menjadi tempat penumpukan kotoran dan bisa rentan menimbulkan karat pada bodi mobil.

Mencuci pada cucian mobil dengan semprotan air bertekanan tinggi memang cukup ampuh menjangkau bagian ini. Namun, sebaiknya dicek juga, deh. Bagian yang mana saja yang perlu diperhatikan? “Terutama bagian bibir sepatbor,” bilang Iqbal, sapaan karib Andi Muhammad Iqbal.

Kalau hanya membersihkan bodi mobil, bagian ini pasti tidak tersentuh. Coba perhatikan bagian bibir fender di atas roda, bisa ada tumpukan kotoran di situ. Lebih baik dibersihkan. Kalau tidak pakai air bertekanan, juga bisa pakai sikat bukan?

Periksa juga aliran air ke bawah sepatbor, biasanya rentan ada tumpukan kotoran di bagian bawahnya. Karena biasanya di tempat itu ada plat bodi yang bisa jadi tempat tumpukan kotoran. Kalau terdeteksi, segera bersihkan. Karena bisa menimbulkan karat kalau dibiarkan.

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1174

Dec
09

Pasang Sekat Kondensor AC Toyota Avanza, Optimalkan Isapan Udara

Pasang Sekat Kondensor AC Toyota Avanza, Optimalkan Isapan Udara

Coba intip kondensor AC Toyota Avanza masing-masing deh. Cek sekeliling kondensor, baik sisi kiri dan kanan juga bagian atasnya. Terdapat sedikit celah yang berpotensi dimasuki angin nakal, maksudnya tentu bukan angin yang diharapkan loh. Makin rapat celah kondensor, makin mantap pula kerja kompresor mendinginkan Freon.

“Tidak untuk mengurangi temperatur AC agar lebih dingin, tapi lebih untuk mengoptimalkan isapan udara fan agar lebih maksimal,” jelas A Chien, ahli elektronik dari bengkel Phoenix-R di Gading Auto Centre Lt.3 Blok BS2, Jakut. Efek lanjutannya tentu usia pakai kompresor bisa lebih awet. Tapi jangan lupa perhatikan perawatan rutin AC ya!

Selain hardware macam kompresor, pendinginan sistem AC sangat tergantung dari pendinginan Freon. Pada Toyota Avanza, walau telah dilengkapi plastik penutup di masing-masing sisi kondensor, tapi ternyata masih menyimpan sedikit celah (Gbr.1). Maksudnya, selain angin yang terisap dari depan, ada kemungkinan angin dari samping ikut terisap. Akibatnya bukan angin panas dari kondensor yang terhisap, tapi justru angin palsu dari sekeliling.

Gbr 1
[Image: pasangsekatkondensoracavanza01-Arseen.jpg]

Gbr 2
[Image: pasangsekatkondensoracavanza02-Arseen.jpg]

Gbr 3
[Image: pasangsekatkondensoracavanza03-Arseen.jpg]

Gbr 4
[Image: pasangsekatkondensoracavanza04-Arseen.jpg]

Cara menutupnya mudah kok, tinggal siapkan saja slang haflex ukuran 7/8″ x 3/8″ sepanjang 1 meter (Gbr.2). Biayanya berkisar Rp 100 ribu untuk seluruh pekerjaan termasuk pasang. Pilihan slang model ini karena lebih tahan terhadap panas radiator. “Bisa sih pakai busa seperti yang ada di apron bagian atas, tapi usia pakai lebih awet slang haflex,” papar mekanik langsing ini. Pun tak perlu tools, hanya kunci ring 10 mm plus obeng min, itupun hanya digunakan untuk membongkar gril.

Cara bongkar gril pertama dengan melepaskan 2 buah skrup 10 mm di sisi kiri dan kanan pemegang gril, juga klip penguncinya sebanyak 4 buah menggunakan obeng min (Gbr.3). Selesai bongkar gril? Intip deh celah yang ada di sepanjang kondensor. Nanti, slang haflex tersebut akan diselipkan sepanjang celah yang ada.

“Cukup diselipkan, enggak usah pakai lem segala (Gbr.4). Itupun sudah kuat untuk mengikat slang haflex, dan dijamin enggak bakalan lepas,” urai pria berusia 33 tahun ini. Kelar urusan selip-selipan, tinggal potong kelebihan slang yang ada sesuai panjang kondensor. “Biar yakin sisa celah yang ada hilang total,” wanti A Chien lagi. Lanjut mengerjakan sisa bagian kondensor atas dan sisi lainnya.

Selesai pasang slang, coba deh isapan fan sekarang. Bisa pakai asap rokok untuk memastikan tak ada angin nakal yang nyelip lewat samping. Terus tinggal rakit gril lagi deh.

SUMBER

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1170

Dec
09

AC Enggak Dingin Dan Bau? Saatnya Bersih-Bersih Filter AC

Hati-hati jika kabin Avanza Anda berbau tidak sedap. Apalagi semburan udara AC kurang kencang. Bisa jadi, ada masalah di seputar AC. Namun, sebagai langkah awal coba fokuskan pada filter AC dulu. Soalnya, beberapa kasus ternyata berasal dari filter yang sudah tersumbat. Awas, kotoran yang menumpuk bisa mengakibatkan penyakit seperti infeksi saluran pernafasan (ISPA). Selain itu, kotoran juga menyebabkan bau yang tidak sedap, dan yang pasti dinginnya AC tidak optimal.

Secara kasat mata filter AC tidak ubahnya seperti filter udara yang berada di mesin. (Gbr. 1) Cuma, filter AC berguna untuk menyaring kotoran yang dihembuskan blower AC. Peranti penyaring ini berada di balik laci dasbor. Bentuk dari filter AC menyerupai kaset tipis. Misalnya, seperti yang Anda bisa temui pada Avanza 2009 ini.

Melalui embusan dari blower AC itu, kita dapat menghirup udara yang bersih apabila kondisi filter itu bersih dan tidak tersumbat kotoran.

Gbr 1
[Image: filteractoyotaavanza01-Arseen.jpg]
Gbr 2
[Image: filteractoyotaavanza02-Arseen.jpg]
Gbr 3
[Image: filteractoyotaavanza03-Arseen.jpg]
Gbr 4
[Image: filteractoyotaavanza04-Arseen.jpg]

“Penggantian filter AC dianjurkan diganti keseluruhannya. Bersamaan waktunya pengguna mobil menyervis AC!”, saran A. Rohim pemilik Sejuk AC, di kawasan Pos Pengumben, Jakbar. Atau, pemakaian sekitar 50 ribu kilometer. Namun, filter ini juga bisa dibersihkan jika tidak terlalu kotor. “Namun kalau sudah parah sebaiknya diganti baru, harganya berkisar antara Rp 250-350 ribu”, ujar A. Rohim

Untuk penggantian atau pembersihan bisa dilakukan dengan mudah dan dilakukan dengan sendiri. Tanpa alat bantu untuk membuka filter tersebut. Pertama, buka laci dasbor dan cari boks filter yang letaknya pas di balik laci (Gbr. 2).

Lantas tekan klip di sebelah kanan dari cover hingga lepas dari dudukannya, lalu tinggal copot cover dan mengambil filternya. (Gbr. 3). Selanjutnya filter bisa dibersihkan dengan angin dari kompresor atau dapat kita lap saja dengan kain. (Gbr. 4). Namun hati-hati jangan sampai merusak bahan filter AC tersebut.

Sekilas mundur ke belakang, dulu filter AC hanya ditemui pada sedan-sedan mewah Eropa. Namun seiring umur mobil yang bertambah tua, filternya minta diganti. Sementara harga dan ketersediaan barang berkurang, banyak pemilik yang tidak memakai lagi filternya. Ketimbang menyumbat semburan AC, akhirnya peranti ini tidak dipasang lagi.

Kini hampir semua mobil Jepang sudah mengaplikasi penyaring untuk kesehatan ini. Untuk hatchback Honda Jazz keluaran pertama belum terpasang. Namun versi Honda Fit sudah standar OEM. Untuk mini MPV sejuta umat Avanza produksi awal belum ada. Namun sejak 2009 sudah ada peranti yang juga biasa disebut cabin air filter ini.

SUMBER

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1180

Dec
09

Trik Buka Doortrim Avanza Xenia

Punya mobil yang disukai banyak orang, pasti asyik. Pasalnya, selain banyak populasi dan komunitasnya, beragam juga trik-trik perawatan mobil yang bisa dibagikan.
Meski sudah berkali membahas tips dan trik mengenai Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, bahkan sudah dua kali menerbitkan majalah khusus mengenai dynamic duo ini, tetap saja ada kiat khusus perawatan yang tertangkap OTOMOTIF.

Kali ini, perawatan ringan yang bisa dilakukan sendiri. Tidak repot dan njelimet, tetapi punya pengaruh cukup besar terhadap kenyamanan berkendara maupun keawetan Avanza dan Xenia kesayangan. Apa saja ya, yang perlu diperhatikan lagi? Yuk kita teliti bersama.

TRIK BUKA DOORTRIM

[Image: pakettipsavanzajuruscermat01-Arseen.jpg]

Ingin tahu ada bunyi-bunyian di balik pintu atau pengin utak-atik peranti yang ngumpet di dalam door trim, perlu tahu trik membukanya dulu, dong. Soalnya membuka door trim Avanza tergolong mudah. Tetapi kalau asal betot, bukan tidak mungkin bikin rusak. Terutama karena ada beberapa kancing plastik yang bisa jebol kalau ditarik paksa.

Beberapa urutan awalnya bisa saja dibolak-balik, seperti langkah satu sampai empat. Karena keempat langkah ini berkaitan dengan mencopot berbagai pengikat yang memegang door trim. Sudah siap?

Langkah 1, putar kenop penutup batang pengunci berlawanan arah jarum jam sampai lepas. Langkah 2, lepas sekrup pemegang hendel pembuka pintu pakai obeng plus. Setelah itu copot penutupnya dan kemudian lepas hendel dari batang penariknya.
Caranya, “Dengan mengangkat batang dari klip penjepit di bagian dalam hendel,” jelas Andi Muhammad Iqbal, service advisor bengkel OSS di Kebon Jeruk, Jakbar.

Langkah 3, juga pakai obeng plus untuk membuka sekrup pengikat rumah sakelar power window sekaligus cerukan penarik pintu. Setelah lepas, angkat sakelar dan copot soket di bawahnya. Langkah 4, congkel kancing plastik di bagian atas depan door trim. Hati-hati supaya tidak somplak.

Langkah 5, tarik door trim dari dudukannya. Ingat, ada sepuluh kancing plastik yang memegang door trim. Perhatikan posisinya pada gambar sebagai lokasi perkiraan untuk menarik door trim. Terakhir, setelah tertarik tinggal mengangkat dasbor dari pintu.

SUMBER

http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1178

Older posts «

» Newer posts